Breaking News

H Yanuar Sahil, Kolektor Uang Kuno Dan Barang Antik

Prabumulih, RT - Gemar mengkoleksi suatu barang atau benda, tentunya dibutuhkan kesabaran dan juga ketelatenan, apalagi barang yang dikumpulkan itu merupakan jenis barang yang susah dicari atau barang langka, pastinya membutuhkan waktu yang lama, namun bagi seseorang yang sudah memiliki hobi, pastinya bukan suatu masalah lagi, jangankan waktu, mengeluarkan uang dalam jumlah berapapun, bukanlah persoalan yang pelik.

Perasaan yang sama, juga diungkapkan oleh H Yanuar Sahil, salah seorang kolektor uang kuno dan barang - barang antik asal Prabumulih, bahkan karena hobinya tersebut, dirinya mendapatkan gelar Tumenggung Wiraguna dari Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin di Palembang, "Ceritanya hobi kita ini, menarik perhatian minat Sultan, salah satu koleksi uang Kuno kita yakni uang logam kuno tahun 1831diambil dan disimpan oleh Sultan, sebagai anugerah ke kita, dijadikan anggota kerabat kesultanan dan diberi gelar Tumenggung Wiraguna," kata Yanuar memulai cerita.

Diterangkannya bahwa hobinya ini, sudah sejak 20 tahun yang lalu, berawal dari merasa unik dengan uang kuno seri lama, hingga akhirnya mulai mengumpulkan dan sampai saat ini, hobi uniknya ini, telah berhasil mengumpulkan ribuan uang kuno baik jenis kertas maupun logam, mulai dari sen, gulden, hingga rupiah, nominalnya pun hampir lengkap, dari 1 rupiah, 2,5 rupiah, hingga nominal koleksi uang terakhir yang sudah tak beredar lagi, "Dari beragam jenis uang yang sudah terkumpul itu, koleksi uang soekarno nominal Rp 1 ribu merupakan yang sangat berkesan, hal itu karena selain langka, di uang itu ada huruf Alquran yakni kun fayakun, dan bisa menyala bila kita senteri di dalam ruangan yang gelap, selain itu uang itu bisa melengkung sendiri," ujar salah satu Ketua RW di Prabumulih ini.

Dalam mengumpulkan uang tersebut, Yanuar mendapatkan dari beragam kolektor uang kuno, dengan harga yang variatif, mulai dari selembar uang kuno seharga Rp 20 ribu, Rp 50 ribu, Rp 100 - 200 ribu, uang - uang kuno dipajang dalam beberapa bingkai termasuk long march kaca meja kerja, namun sebagai kolektor dirinya tidak menjual barang koleksinya, padahal sudah banyak orang dari luar daerah yang datang dan menawar untuk membeli dengan harga puluhan juta, namun dirinya tak bergeming untuk menjual koleksi uang kunonya, "Dalam mengumpulkan uang kuno ini, kita tak berniat untuk menjual balik, tapi cukup dipajang dan boleh dilihat siapapun," bebernya.

Tak hanya uang kuno, tapi Yanuar juga mengkoleksi barang - barang antik, mulai dari guci, lemari, lampu hias model kuno, pedang, hingga jam duduk antik termasuk jam tangan edisi lama, "Kalau barang, ada sebuah pedang, yang percaya atau tak percaya, bisa memotong kapas hanya dengan ayunan sedikit, padahal kalau dalam logika kita, untuk potong kapas itu, butuh digesek keras, bukan hanya sekali sentuh," tandasnya.

Mengumpulkan uang kuno dan barang antik lainnya, tentunya Yanuar mengeluarkan uang yang tak sedikit, bahkan kalau uang hasil pembelian itu pastinya sudah ratusan juta rupiah bisa dikumpulkan, "Meskipun banyak uang yang sudah dikeluarkan, tapi setiap ada barang antik atau uang kuno dan berhasil kita dapatkan, itu sudah merupakan kepuasan hati yang tak ternilai harganya, jadi itulah, kenapa kita sangat gemar mengkoleksinya," pungkasnya. (01).