Breaking News

PNS Diminta Tak Pakai Tabung Melon


Prabumulih, RT – Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM meminta agar seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih, untuk tidak menggunakan tabung elpiji 3 kilo atau yang dikenal dengan nama tabung melon, hal itu untuk memenuhi ketentuan Peraturan Menteri ESDM RI, yang menyebutkan elpiji 3 kilo hanya diperuntukkan bagi warga miskin.

Dikatakan Ridho, bahwa sebentar lagi proyek gas kota akan selesai, dengan sendirinya, masyarakat akan beralih ke gas kota, “Karena itu, dari sekarang kita himbau agar PNS untuk tak beli gas 3 kilo lagi, karena berdasar aturan hal itu hanya bagi warga kurang mampu, tapi itu hanya sementara, kalau proyek gas kota kelar, semuanya akan beralih ke penggunaan gas kota di rumah tangga,” katanya pada wartawan, (14/12).

Hal senada juga diungkapkan oleh Hery Gustiawan ST, anggota komisi I DPRD Prabumulih, yang mendukung himbauan dari Walikota tersebut, “Kita harap tak hanya pns, tapi masyarakat ekonomi atas atau yang telah berkecukupan, untuk tidak pula memakai gas 3 kilo yang diperuntukkan bagi warga miskin tersebut,” ujarnya.

Kebijakan tersebut, dikarenakan bahwa tabung melon sudah disubsidi oleh pemerintah, untuk meringankan warga miskin, karena itulah bagi yang mampu, sebaiknya untuk menggunakan gas yang non subsidi lainnya, “Kalau gas kota sudah selesai dan siap digunakan, semua warga akan dapat menghemat penggunaan gas, sehingga tak perlu pakai tabung elpiji lagi,” bebernya.

Sementara itu, Kiki (34) salah satu pedagang gas elpiji di Jalan Padat Karya, menyampaikan bahwa untuk saat ini, stok elpiji 3 kilo, masih terkategori aman, “Kita dapat suplai setiap seminggu sekali, kita dijatahi tabung elpiji sekitar 50 – 70 kilo tabung elpiji, sehingga kita bisa jual tiap harinya ke warga, kadang habis dalam 3 hari, namun kalau habis langsung disuplai lagi sampai 30 tabung elpiji 3 kilo, dengan harga masih sekitar Rp 18 – 20 ribu per tabungnya,” tandasnya.

Terkait Bright gas tabung gas 5,5 kilo, diterangkannya, bahwa untuk saat ini, peminatnya masih sedikit, masih kalah jauh dengan peminat tabung gas 3 kilo, “Kalau soal membatasi PNS beli tabung 3 kilo, kita tidak berwenang lakukan itu, karena warga kalau beli, biasanya pakai baju bebas, dan tidak pantas bila kita Tanya profesinya dulu, bisa – bisa pelanggan akan berkurang kalau kita lakukan itu,” pungkasnya. (01).