Breaking News

Bisnis Kue Kering Dalam Seminggu Bisa Raup Omzet Rp 200 Juta

Prabumulih, RT – Usaha kuliner merupakan jenis usaha yang terbilang sangat menjanjikan, tidak perlu banyak modal ketika di awal usaha tetapi jika mampu bertahan dan sukses malah mendapatkan untung yang berlipat ganda, demikian yang dialamai oleh Nurhaini warga Jalan Arimbi Gang amir, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Enod begitu ia akrab disapa, memiliki usaha kue kering, awalnya Enod membuat kue untuk memenuhi kebutuhan pasar, siapa sangka usaha yang dikerjakan di rumahnya ini, justru banyak menarik tetangganya menjadi pekerjanya, selain mampu mencukupi kebutuhan hidupnya, dirinya juga dapat membantu ekonomi tetangga di sekitar rumahnya, dalam pembuatan kue itu sendiri, Enod dibantu oleh 25 orang ibu rumah tangga dikampung tersebut, "Usaha kue ini sudah kita tekuni sejak tahun 2000 dan dalam pembuatannya kita panggil tetangga sebagai pekerjanya, jadi kita untung, tetangga juga kecipratan," ungkapnya.

Dalam sekali pengolahan, terang Enod, pihaknya bisa mengirim kue sebanyak 6 sampai 7 ton dalam dalam seminggu, "bahkan kalau seperti tahun sebelumnya itu bisa mencapai 8 ton, dan kue kering itu kita masukkan ke toples, yang kalau untuk 6 ton bisa mencapai 12 ribu toples kue kering yang kita hasilkan," terangnya.

Mengenai modal, tutur Enod, untuk membuat kue sebanyak 7 ton, dirinya menghabiskan dana sebesar Rp 120 juta. "Pembuatan kue ini memang memakan banyak modal, itu terpaksa kita pinjam sana sini.  Karena untuk membuat 7 ton kue itu bisa memakan biaya hingga Rp 120 juta, tapi tentu saja kalau 12 ribu toples kue kering itu terjual, maka uang balik sekitar Rp 360 juta, jadi kita untung sebanyak Rp 240 juta, yang belum dipotong untuk upah tetangga yang bekerja ke kita, jadi bersihnya sekitar Rp 200 juta," tuturnya.

Adapun jenis jenis kue yang dibuat, sambung Enod, kue nastar, kue selai, kue kacang, lidah kucing dan kue kue yabg berbahan keju. "Untuk kue nastar itu ada tiga macam, ada nastar daun, nastar keju. Kue selai itu ada kue kerang, sangkek dan matahari. Kue bangkit ada bangkit susu, kue satu dan ada juga kue lidah kucing," jelasnya.

Kue kue yang dibuat tersebut, kata Enod, nantinya akan dipasarkan kesejumlah wilayah. Tak hanya di prabumulih, kue kue buatan Enod ini dijual ke Kabupaten Kota lain di Sumatera Selatan seperti Kabupaten Pali, Muara Enim, Tanjung Enim, Lahat dan Pagaralam."Kalau di Muara Enim kita biasa kirim ke daerah Lembak, Ujan Mas dan Tanjung Enim. Untuk Pagar Alam itu baru tahun ini kita masuki," ujarnya.

Enod mengaku, dalam menekuni usaha kue tersebut, banyak hambatan yang sering dialami. Selain masalah modal, pihaknya juga kesulitan dalam melakukan pemasaran. "Kalau untuk pembuatan kuenya itu kita dibantu banyak karyawan. Namun disini hambatannya, selain modal, kita juga kesulitan dalam hal pemasarannya," keluhnya.

Sementara itu, Susilawati salah satu pegawai mengaku sangat terbantu dengan adanya usaha pembuatan kue milik Enod tersebut, "Alhamdulillah, adanya usaha pembuatan kue ini sangat terbantu dan bisa mengkuliahkan tiga anak," ungkapnya.

Dalam membantu pembuatan kue di rumah Enod, terang Susi, dirinya dibayar Rp 1500 untuk pembuatan satu kilogram kue, "Dalam satu hari saya bisa membuat kue sebanyak 30 sampai 35 kilogram," tambahnya.

Sementara itu Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, mengapresiasi usaha yang dijalankan oleh Ibu Enod, karena bukan hanya menguntungkan pribadi, tapi juga member pekerjaan bagi warga lainnya, "Kita bangga dengan warga seperti ibu enod, mampu mencari uang untuk keluarga dan tetangga, kita sangat mengapresiasi warga yang kreatif seperti ibu Enod ini," ucapnya.

Tak hanya mensuport, ayah tiga anak ini pun berencana membantu mengembangkan usaha Enod. Namun untuk tahap awal pihaknya meminta agar yang bersangkutan membuat izin usaha terlebih dahulu. "Nanti kita bantu, namun buat izin dulu. Harus ada merk, sebagai contoh kalau orang makan siapa yang tanggung jawabnya. Itu yang menjadi dasar kita, setelah itu Lurah kita suruh buat suratnya. karena ini makanan, makanan kan masuk mulut artinya harus super hati hati, atau kebersihan sangat penting, tapi kita yakin disini usahanya sangat bersih dan sehat, " pungkasnya. (01).